Silase Sebagai Solusi Penyediaan Pakan Hijauan Pada Musim Kemarau

Silase adalah pakan yang telah diawetkan dengan cara fermentasi yang di proses dari bahan baku yang berupa tanaman hijauan, limbah industri pertanian, serta bahan pakan alami lainya, dengan jumlah kadar/kandungan air pada tingkat tertentu kemudian di masukan dalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara, yang biasa disebut dengan Silo, selama sekitar tiga minggu. Tujuan utama pembuatan silase adalah untuk memaksimumkan pengawetan kandungan nutrisi yang terdapat pada hijauan atau bahan pakan ternak lainnya, agar bisa di disimpan dalam kurun waktu yang lama, untuk kemudian di berikan sebagai pakan bagi ternak. Sehingga dapat mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau.

Biaya pakan yang menempatkan 60-70% dari modal usaha menuntut suatu menejemen pakan yang solid dan mapan sehingga suatu usaha peternakan dapat berjalan dengan baik. Produksi hijauan yang menumpuk pada musim penghujan harus di manajemen sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaankan juga pada saat musim kemarau.
Pemanfaatan sisa produk pertanian secara optimal dapat menjadikannya sebagai pakan. Bila kita melihat dari segi kualitas memang jerami memiliki kualitas yang jelek bila di bandingkan dengan pakan hijauan, tetapi kondisi ini dapat diperbaiki dengan amoniasi dan lain sebagainya. Selama ini Petani-Peternak banyak menghadapi masalah pakan pada musim kemarau dimana mencari hijauan sangat sulit. Sedangkan pada musim penghujan hijauan menumpuk sehingga perlu suatu metode pengawetan untuk pakan hijauan agar nantinya dapat dimanfaatkan pada musim kemarau.

Tujuan Pembuatan Silase

Tujuan utama pembuatan silase adalah untuk memksimalkan pengawetan kandungan nutrisi yang terdapat pada hijauan atau bahan pakan ternak lainnya, agar bisa disimpan dalam kurun waktu yang lama, untuk kemudian di berikan sebagai pakan bagi ternak. Hal ini akan dapat mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau. Sayangnya fermentasi yang terjadi di dalam silo (tempat pembuatan silase), sangat tidak terkontrol prosesnya, akibatnya kandungan nutrisi pada bahan yang di awetkan menjadi berkurang jumlahnya. Untuk memperbaiki kondisi berkurangnya nutrisi tersebut, beberapa jenis zat tambahan (additive) harus di gunakan agar kandungan nutrisi dalam silase tidak berkurang secara derastis, bahkan bisa meningkatkan pemenuhan nutrisi bagi ternak yang memakannya.
Pembuatan silase dapat juga menggunakan bahan tambahan, yang kegunaannya tergantung dari bahan tambahan yang akan dipergunakan. Adapun penggunaan bahan tambahan sangat tergantung dari kebutuhan/hasil yang ingin di capai.
Bahan Pembuatan Silase

Bahan untuk pembuatan silase adalah segala macam hijauan dan bahan dari tumbuhan lainnya yang di sukai oleh ternak ruminansia, seperti; Rumput, Jagung, biji-bijian kecil, tanaman tebu, tongkol gandum, tongkol jagung, pucuk tebu, batang nanas, dan jerami padi,dll.
Syarat hijauan (tanaman) yang dibuat Silase:
Segala jenis timbuhan atau hijauan serta bijian yang di sukai oleh ternak, terutama yang mengandung banyak karbohidrat.

Bahan Tambahan

Dengan mengetahui prinsip frementasi dan fase tahapan prosesnya, maka kita bisa memanipulasi proses fermentasi dalam pebuatan silase. Menipulasi di tujukan untuk mempercepat proses atau untuk meningkatkan dan mempertahankan kabar nutrisi yang terkandung pada bahan buku silase. Manipulsi dengan penambahan bahan additive ini bisa dilakukan secara langsung dengan memberikan tambahan bahan-bahan yang mengandung karbohidarat yang siap diabsopsi oleh mikroba, antara lain;

• Molase (melas) : 2,5 kg/100kg hijauan
• Onggok (tepung) : 2,5 kg/100kg kg hijauan
• Tepung jagung : 3,5 kg/100 kg hijauan
• Urea : 2,5 kg/100 kg hijauan atau Dedak halus : 5 kg/100 hijauan
• Ampas sagu: 7 kg/100 kg hijauan, biasanya ini diperlukan bila bahan dasarnya kurang banyak mengandung karbohidrat
• 500 gram Rumen sapi/100kg hijauan

Proses Pebuatan Silase

Setelah memahami prinsip dasar pembuatan silase, maka proses tahap pelaksanaan pembuatan silase akan menjadi sangan mudah di fahami apa dan mengapa.
1. Penyiapan Silo (wadah kedap udara)
Silo hanyalah nama sebuah wadah yang bisa di tutup dan kedap udara, artinya udara tidak bisa masuk maupun keluar dari dan ke dalam wadah tersebut. Wadah tersebut juga harus kedap rembesan cairan. Untuk memenuhi kriteria ini maka bahan plastik merupakan jawaban yang terbaik dam termurah serta sangat fleksibel penggunaannya. Walaupun bahan dari metal, semen dll tetap baik untuk di gunakan. Ukuran di sesuaikan dengan kebutuhan, mulai kantong keresek pastik ukuran satu kilogram, sampai silo silindris dengan garis tengah 100 m dan ketinggian 30 m. Pilihan ukuran, bahan serta konstruksi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda. Gentong plastik (biasanya berwarna biru) yang mempunyai tutup yang biasa di kunci dengan rapat, merupakan salah satu pilihan yang terbaik. Karena di samping ukurannya yang sedang sehingga mudah untuk di angkat manusia, kemudian dengan penambahan jumlah bisa memenuhi kebutuhan yang lebih banyak. Jika ingin membuat dalam jumlah yang banyak sekaligus, maka cara yang termudah adalah dengan menggali tanah. Ukuran di sesuaikan dengan kebutuhan, kemudian menggunakan kantung plastik yang di jual meteran, sehingga penutupan bisa dilakukan dengan sangat rapat. Prinsip yang harus di perhatikan adalah saat membuka dan memberikan silase pada ternak, maka silo tersebut akan kemasukan udara/oksigen yang bisa dan akan merusak silase yang telah jadi karena terjadinya proses aerobic. Inilah sebabnya kenapa pembuatan dalam jumlah kecil dengan menggunakan silo yang banyak serta portebel (seperti gentong plastik biru, atau kantong plastik), jauh lebih bagus di bandingkan dengan pembuatan dalam jumlah sangat besar dalam satu wadah/silo.
Jumlah kebutuhan ternakm lalu sesuaikan pembuatan silo, sehingga penggunannya bisa sekali buka silo, isinya langsung habis di konsumsi sehingga tidak adalagi sisa yang harus di simpan. Penyimpanan sisa silase ini, di samping sangat merepotkan juga sangat riskan terhadap terjadinya proses pembusukan karena terjadinya eksposura terhadap oksigen yang akan mengakibatkan bakteri aerob.

2. Penyiapan Bahan Baku Silase serta Penempatan pada Silo:
1. Pemotongan atau pencacahan bahan baku, ukuran pemotongan sebaiknya sekitar 5 cm, pemotongan dan pencacahan perlu di lakukan agar mudah di masuan salam silo dan mengurangi terperangkapnya ruang udara di dalam silo serta memudahkan pemadatan. Jika hendak menggunakan bahan tambahan, maka taburkan bahan tambahan tersebut kemudian di aduk secara merata, sebelum di masukan dalam silo.
2. Masukan cacahan tersebut kedalam silo secara bertahap, lapis demi lapis
3. Tiap lapisan semprot larutan Rumen sapi (campurkan dengan air secukupnya), jaga kelembaban 30-40%
4. Saat memasukan bahan baku dalam silo secara bertahap, lakukan penekanan pengepresan untuk setiap lapisan agar padat. Kenapa harus di padatkan, karena oksigen harus banyak mungkin di kurangi atau di hilangkan sama sekali dari ruang silo .
5. Lakukan penutupan dengan serapat mungkin sehingga tidak ada udara yang bisa masuk kedalam silo .
6. Biarkan silo tertutup rapat serta di letakan pada ruang yang tidak terkena matahari atau kena hujan secara langsung selama 3 minggu
7. Setelah 3 minggu maka silase sudah siap di sajikan sebagai pakan ternak. Sedangkan untuk menilai kualitas hasil pembuatan silase ini bisa di lihat Kristeria silase yang baik, jika penilaian anda mendapatkan hasil 100 atau medekati 100, maka cara dan membuat silase sudah sangat baik, lakukan cara tersebut untuk pembuatan silase berikutnya
8. Silo yang tidak di buka dapat terus di samping jangka waktu yang sangat lama asalkan tidak kemasukan udara
9. Pemberian pada ternak yang belum terbiasa makan silase, harus di berikan sedikit demi sedikit dicampur dengan hijauan yang biasa dimakan. Jika sudah terbiasa secara berharap dapat selurunya diberi silase sesuai dengan kebutuhan

Posted on June 11, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: