anak gawang dan tawuran sepak bola

sejak kecil aku sangat suka sama permainan sepak bola, aku dikenalkan sama olahraga itu oleh kakak ke-2 ku. segala posisi aku coba mulai dari penjaga gawang sampai striker dan aku pun suka gonta ganti posisi impian, adakalanya aku sangat menikmati sebagai penjaga gawang, sebagai bek, gelandang dan striker. tapi, yang pasti biarpun aku jadi penjaga gawang ataupun bek aku selalu membantu serangan ke pertahanan lawan dan sejak itu lah aku sadar kalau naluri ku sesungguhnya adalah menjadi seorang pencetak gol.aku tidak peduli mau jadi bek atau yang lain, yang pasti setiap main bola aku harus mencetak gol. ketika umurku 9 tahun, di kampung ku ada turnamen sepak bola menyambut 17 agustus. aku menjadi salah satu pemain yang akan membela kampungku, tetapi orangtua ku dan aku nya sendiri belum siap kalu bertempur dengan orang-orang yang umurnya jauh di atas ku, mereka rata-rata 15 tahun dan aku pun mundur menjadi pemain dan akhirnya menjadi anak gawang yang selalu berkutik dengan bola.
anak gawang pada turnamen tersebut tidak mudah, karena mereka harus mengambil bola yang out itu ada yang ke sawah, sungai, dan bahkan empang..hah..yaialah..karena lapangan sepak bola di kampung ku dikelilingi oleh sungai, sawah, dan empang..setelah selesai pertandingan aku di kasih upah..itu adalah upah pertama ku dan aku sangat senang..
pertandingan demi pertandingan telah dilewati dan sampai lah ke partai puncak atau final, ketika itu kesebelasan dari kampung ku berhadapan dengan kesebelasan dari kampung yang bernama Leuwueng Kaung yang pada pertandingan pembuka kesebelasan itu dikalahkan oleh kesebelasan kampungku dengan skor 2-1.
riuh penonton sangat ramai pada partai final tersebut, apalagi tim tamu datang dengan style sedikit berbeda..mereka mengenakan jaket yang sama..wasit pun sudang mengecek perlengkapan pertandingan dan prittt..kick off dimulai, aku serius memperhatikan jalannya pertandingan, sorak sorai penonton membangkitkan semangat para pemain..tapi,, tindakan tidak dipuji datang dari itm tamu, salah seorang pemain terlihat membawa senjata berbahaya yaitu pisau yang diikatkannya di lengan atas, dan itu terlihat oleh penonton. Penonton itu kemudian turun ke tengah lapangan dengan maksud memberitahu wasit..tapi semua orang salah paham, mereka mengira dia adalah propokator yang akan mengacaukan pertandingan, dia pun dipukuli dan tawuran pun tidak terhindarkan, semua penonton berlarian, ada yang ikut tawuran. akibatnya dari pihak tuan rumah ada 1 orang yang jadi korban, kepalanya bocor. sedangkan dari pihak tim tamu tidak terhitung korban yang berjatuhan. dan yang paling ngiris ada anak kecil yang tertinggal dari bapaknya yang sedang nonton final tersebut, bapaknya itu berasal dari tim tamu. anak itu mau di sandra, dia menangis karena ketakutan dan tidak ada yang mengenalinya, untungnya ada kerabat jauh yang mengenal dia dan menolongnya.
Beberapa hari kemudian, timbul isu akan adanya serangan ke kampung kami yang dilakukan tim tamu tersebut, tapi hal itu tidak terjadi karena kepala desa turun tangan dan bertindak cepat dalam mengatasi konflik tersebut, seluruh kerugian dan biaya rumah sakit ditanggung oleh kepala desa.

Posted on June 7, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: